BICARA TENTANG TUAH DAN JEBAT
I
Kalian yang mengutuk Tuah,
kemari!
Kita berbicara.
Apalah ikhtiar Tuah:
Di kanan, hukum Raja berkuasa.
Di kiri, teman yang sudah derhaka.
Jebat tinggal seorang diri.
Kasturi, Lekir, Lekiu bukan sahabat lagi.
Di pinggang
menggeletek Pamong Sari Bukit Siguntang.
Kalau kalianlah Tuah, tertitah
membuang Jebat
apa bisa kalian buat?
Dari riak muka kalian
sudah tahu aku:
Kalian adalah Tuah, Kasturi,
Lekir dan Lekiu.
Kalian patuh pada tuan.
Jebat kan jadi habuan
di tangan kalian.
Usahlah Tuah kalian kutuk
kalau kalian sepertinya mengikut telunjuk.
II
Kalian yang menjulang Jebat
kemari!
Kita bicara.
Di kanan, Tuah mati ditikam.
Di kiri, Raja berlaku kejam.
Kasturi, Lekir, Lekiu tak ambil peduli.
Jebat, nekad dalam bara api
Mau dibayarnya budi.
Di pinggang
menggelepar keris Taming Sari.
Tiada gentar lagi Jebat pada mati.
Kalau kalianlah Jebat
bersugul kematian sahabat
apa bisa kalian buat?
Dari raut muka kalian
sudah tahu aku:
Kalian adalah Tuah, Kasturi,
Lekir dan Lekiu.
Takkan berani kalian melawan tuan.
Takkan ada pada kalian
semangat setiakawan pada yang
keseorangan.
Usah berpura menyanjung Jebat
Kalau yang kalian ucap, bukan yang terbuat
JEBAT YANG SETIA
Binalah kembali
menara gadingmu
yang hampir roboh
akibat buruk jaga
dengan Jebat hulubalang setia
pada kawan dan bangsa.
Berani mati ia
atas kebenaran.
Tapi taatnya ada batas.
Biarkan Jebat yang berkawal
pada segenap pintu menaramu
yang dua puluh itu
dengan keris
tersarung pada pinggang.
Usah kau curiga
pada setia si Jebat.
Hatinya takkan membara
jika tidak kau bakar.
Tidak derhaka ia
kalau tidak teraniaya
credit to: hashimyaacob
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment